5 Tips Diet Intermittent Fasting yang Efektif

Apa itu diet intermettent fasting? Diet ini merupakan puasa yang memberikan jeda. Diet yang satu ini sekarang sudah naik daun dan tidak sedikit orang yang melakukannya. Hal utama yang perlu diperhatikan dari diet ini adalah mengatur jam puasa dan jam makan.
Kamu tidak perlu khawatir karena selama diet, tidak ada pantangan makanan maupun minuman apapun. Meskipun begitu, tetap harus selektif agar diet yang kamu lakukan memberikan hasil yang lebih baik sesuai yang kamu inginkan.
Tips Diet Intermittent Fasting yang Efektif
Sebelum melakukan intermettent fasting, ada beberapa tips yang perlu kamu perhatikan agar dietmu dapat memberikan hasil yang efektif.
1. Metode 16:8
Tips diet intermettent fasting yang efektif yang pertama adalah dengan menerapkan metode 16:8. Metode diet yang satu ini mengharuskan puasa dalam waktu 16 jam dan kemudian mengatur jadwal makan setiap hari dengan selang 8 jam.
Sederhananya, kamu harus puasa setelah makan malam dan tidak sarapan. Kemudian makan pagi ketika sudah memasuki siang sebanyak 1 kali. Kamu boleh kembali setelah 8 sampai dengan 10 jam. Berdasarkan hasil studi yang dimuat di jurnal Nutrition and Healthy Aging, 23 pria dan wanita yang mengalami kelebihan berat badan bisa mendapatkan hasil positif setelah menerapkan metode ini.
Bahkan mereka bisa mengurangi kalori sebanayk 350 kalori setiap harinya. Tekanan darah pun juga terpantau rendah. Riset lain juga menunjukkan bahwa metode ini juga mampu membuat orang obesitas tidak gampang lapar.
2. Metode 5:2
Diet intermettent fasting yang kedua adalah dengan menerapkan metode 5:2. Untuk metode yang satu ini menerapkan kebiasaan makan yang normal dalam waktu lima hari selama seminggu. Lalu bagaimana dua hari yang lain? Untuk asupan kalorinya akan dibatasi yakni hanya 500 kalori bagi wanita dan 600 kalori bagi pria.
3. Puasa Alternatif
Sesuai dengan namanya, puasa alternatif merupakan tips diet intermettent fasting yang efektif dalam menurunkan berat badan. Metode ini mengharuskan kamu dapat menentukan jadwal puasa secara lebih leluasa. Ketika puasa, kamu hanya boleh mengkonsumsi kalori maksimal sebanyak 500.
Ada beberapa riset yang menunjukkan jika puasa alternatif ini memang bermanfaat bagi kesehatan. Meskipun begitu, masih belum ada pembahasan atau diskusi secara lebih lanjut mengenai manfaat tersebut.
4. Puasa Selang-seling
Puasa selang-seling merupakand diet intermettent fasting yang mengharuskan kamu hanya perlu puasa sebanyak 2 kali dalam seminggu. Namun setiap kali puasa, waktu yang diperlukan adalah 24 jam. Namun perlu diingat bahwa puasa ini tidak dianjurkan dilakukan dalam waktu yang terlalu sering.
Jika dilakukan terlalu sering, dikhawatirkan malah bisa menimbulkan masalah kesehatan yang tentunya kita tidak menginginkannya. Meskipun terbukti mampu menurunkan kalori dalam waktu yang relatif cepat, puasa ini termasuk puasa yang cukup berat dan mungkin tidak semua orang mampu melakukannya, terutama yang memiliki riwayat maag.
Selain itu, puasa ini juga tidak dianjurkan bagi seseorang yang memiliki kegiatan padat yang membutuhkan energi banyak. Jadi, sebelum melakukan puasa selang-seling, pastikan apakah kamu termasuk orang yang sibuk apa tidak serta tidak memiliki riwayat masalah kesehatan apapun terutama yang berhubungan dengan pencernaan.
5. Metode 14:10
Jika diperhatikan, sekilas metode 14:10 ini tidak jauh berbeda dengan metode 16:8. Namun yang menjadi pembeda adalah terdapat pada jadwal puasa dan makannya. Metode ini mengharuskan kamu puasa selama 14 jam. Kemudian baru boleh makan dengan jeda 10 jam.
Meskipun hampir sama dengan metode 16:8, namun metode 14:10 cenderung lebih mudah menjalannya. Dikarenakan lebih mudah, hasilnya pun kurang begitu efektif dibandingakn dengan 16:8.
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan. Jangan lupa selalu memakai masker setiap keluar rumah. selain itu, tetap rutin berolahraga dan temani aktivitasmu dengan mengkonsumsi yogurt dari YoyiC karena terbukti mampu memberikann banyak manfaat bagi kesehatan.